Mar
13
Pentingnya Sekolah Inklusif Untuk Anak Tunarungu

Berbicara tentang pendidikan, pendidikan merupakan hal pokok yang layak didapatkan oleh semua orang. Pendidikan juga tak layak untuk memilih siapa yang pantas untuk belajar di sekolah tersebut atau tidak. Mengapa? Karena pendidikan perlu menerapkan sistem kesetaraan bahkan bagi anak yang memiliki keterbatasan sekalipun. Seringkali kita melihat bahwa anak Tunarungu perlu mendapatkan tempat dan pendidikan khusus yang berbeda dengan orang normal namun cara tersebut tidak selalu benar dan tepat.

Memberikan pendidikan yang tepat untuk anak tunarungu merupakan suatu cara untuk membantu mereka bahkan menyelamatkan masa depan mereka. Nah, maka dari itu Sekolah Inklusif Masyarakat perlu diberikan kepada anak tuna rungu. Pentingnya Sekolah Inklusif Untuk Anak Tunarungu yaitu untuk mengajarkan anak tunarungu agar lebih mudah bersosialisasi dan anak tunarungu tersebut jika sudah dewasa dapat menolong guru dan murid lainnya dalam belajar bahasa isyarat. Mereka juga dapat menolong guru dengan membantu anak tunarungu di dalam kelas.

Namun tantangan yang harus dihadapi jika memasukkan anak tunarungu ke dalam kelas inklusif juga banyak diantaranya yaitu sering iejek dan diabaikan oleh anak lain, bahkan masalah tentang kurangnya pengetahuan antar guru tentang bagaimana cara terbaik mengajar anak dengan kemampuan dengan yang berbeda. Namun,Mendukung anak tunarungu ke dalam sekolah umum sangat penting. Dengan dukungan tersebut yang termasuk juga dengan adanya penyediaan alat bantu seperti alat bantu dengar, seorang anak tunarungu dapat belajar sama seperti anak lainnya.

Banyak asosiasi lokal atau nasional, atau organisasi pemerintah, agama, masyarakat atau agen sbobet atau bantuan mulai dengan sekolah khusus yang sering mempunyai asrama untuk anak tunarungu. Ketika anak belajar di sekolah semacam ini, mereka menjadi bagian sebuah masyarakat anak yang kemungkinan diisolasi dari sekelilingnya dan mereka sering kali belajar bahasa isyarat, serta kecakapan untuk bekerja apabila usia tua nanti. Memasukkan anak tunarungu ke dalam sekolh inklusif atu sekolah umum memang bisa menjadi pilihan yang tepat dengan kesediaan guru dengan pelatihan khusus untuk mengajar anak tunarungu.

Dalam suatu kondisi, Anak tunarungu mungkin tidak cukup belajar bagaimana hidup dan berinteraksi dengan orang yang berada di ‘dunia mendengar’. Anak – anak tersebut juga perlu berkomunkasi dengan orang lain secara lebih luas, memiliki kesempatan anak untuk bermain, belajar dan mengembangkan ketrampilan sosial dan menjalin pertemanan. Memang untuk mengajar anak tunarungu bukanlah hal yang mudah, Anak tunarungu sering kali memerlukan ekstra bantuan untuk belajar kecakapan seperti membaca dan menulis. Anak dengan dan tanpa tunarungu, tua dan muda dapat saling menolong satu sama lainnya dan membuat nyaman di sekolah. Anak tunarungu dapat berhasil ketika orang tua, sekolah dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan sebuah lingkungan yang positif untuk semua murid.

 

Teknik Dasar Berkomunikasi dengan Penyandang Tunarungu
Uncategorized

Teknik Dasar Berkomunikasi dengan Penyandang Tunarungu

Seperti yang telah kita ketahui, anak tunarunu secara fisik memang tidak berbeda dengan anak dengar pada umumnya. Mengapa ? hal tersebut terjadi karena memang orang tunarungu dapat kita ketahui pada saat berbicara. Anak- anak tunarungu tersebut berbicara tanpa suara atau dengan suara yang kurang atau tidak jelas artikulasinya, atau bahkan tidak berbicara sama sekali dan hanya berisyarat.

Nah jika kita akan berkomunikasi dengan anak tunarungu, Cara-cara khusus dalam berkomunikasi dengan pengidap tunarungu sebenarnya tidak sulit kok. Dalam berkomunikasi dengan anak pengidap tunarungu tersebut, kita hanya perlu mempelajarinya dan sedikit bersabar sampai akhirnya bisa terjalin komunikasi yang baik antara kita dan penyandang tunarungu seperti yang disarankan oleh situs judi online. Jadi tak ada alasan untuk tidak berkomunikasi atau tak tahu bagaimana berkomunuikasi dengan pengidap tunarungu apalagi jika ada orang terdekatmu yang menyandang tunarungu. Cara berkomunikasi dengan penyandang tunarungu adalah sebagai berikut :

• Cari perhatian

Nah, jika anda akan mengajak komunikasi anak tunarungu maka hal pertama yang penting anda lakukan adalah untuk mendapatkan perhatian anak tersebut . anda harus menggunakan cara halus yaitu dengan menyentuh anak tersebut secara perlahan-lahan untuk memberinya isyarat. Dengan anda memberikan Tepukan ringan sebanyak dua kali di pundak anak tersebut sudah cukup untuk memperlihatkan maksud Anda lho.

• Sejajarkan posisi wajah

Langkah berikutnya saat anda akan mulai berkomunikasi anakk tunarungu adalah dengan mensejajaran letak mata anda denganya. Jika anak tersebut sedang duduk, maka anda lebih baik berposisi duduk juga. Posisi tersebut Sama halnya jika dia sedang berdiri, sesuaikan posisi Anda. Anda juga juga tak perlu terlalu dekat dengan anak tersebut agar dia bisa melihat bahasa tubuh anda dengan mengambil lokasi pembicaraan yang cukup terang. Saat anda berbicara dengan anak tunarungu, Kejelasan visual terhadap gerakan-gerakan Anda adalah hal terpenting bagi dirinya untuk bisa memberikan respons.

• Kontak mata

Selama berbicara dengan penyandang tunarungu, jangan lepaskan kontak mata dan konsentrasi dari dirinya. Lepaskan media penghalang apa pun yang bisa mengganggu jalinan komunikasi, seperti masker atau kacamata hitam. Tidak ada salahnya untuk menggunakan ekspresi wajah agar orang tersebut lebih mudah memahami arah pembicaraan.

• Pilih topik pembicaraan yang umum

Perlu diketahui bahwa ketika Anda berbicara pada penyandang tnarungu mereka tak akan menangkap percakapan yang anda bicarakan melalui gerakan bibir secra penuh dan hanya bebrapa hal saja yang mereka pahami. Selebihnya mereka kerapkali hanya menebak – nebak apa topik pembicaraan tersebut. Oleh karena itu ketika anda berbicara dengan anak tunarungu , maka pilihlah topik umum pembicaraan agar mereka mudah menangkap isinya. Anda boleh memberikan jeda beberapa kali selama bercakap-cakap untuk memastikan bahwa orang itu tetap memahami pembicaraan tersebut.

• Gunakan gerakan isyarat

Selama berbicara dengan anak tunarungu , agar mereka lebih paham maka Anda dapat menggunakan gerakan isyarat. Gerakan tersebut misalnya dengn meniru gerakan orang yang sedang makan, minum, berlari, dan lain-lain. Pastikan Anda melakukannya tidak terlalu cepat. Berikan jeda beberapa saat sebelum melanjutkan ke gerakan isyarat berikutnya.

• Tetap bersikap sopan

Saat anda berkomuniksi dengan anak tunarungu maka anda juga perlu menjagalah sikap Anda untuk tetap sopan. Pada kesempatan apa pun, jangan pernah menjadikan kondisi tunarungu sebagai bahan candaan sambil bermain judi bola. Berkomunikasi dengan penyandang tunarungu mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi Anda namun jika anda sudah terbiasa maka akan lebih mudah.

Masalah Psikologis pada Anak Tunarungu
Uncategorized

Masalah Psikologis pada Anak Tunarungu

Anak tunarungu adalah anak yang tidak dapat mendengar. Tidak dapat mendengar ini bisa dimungkinkan karena kurang dengar atau tidak dapat mendengar sama sekali. Gangguan kemampuan mendengar ini menimbulkan terhambatnya proses komunikasi anak. Sebab saat berkomunikasi akan sangat membutuhkan kejelasan bahasa dengan artikulasi dan ucapan yang jelas sehingga pesan yang diberkan dapat tersampaika dnegan baik dan menghindari salah tafsir makna. Ciri ciri tuna rungu sendiri ada yang bersifat ringan misalnya seseorang yang masih dapat mengerti percakapan biasa dengan jarak dekat, berciri Sedang hinga berat yang mana seseorang tidak menyadari bunyi keras sama sekali Meskipun menggunakan pengeras suara tetap tidak bisa menangkap suara. Seperti yang telah diketahui oleh anggota judi online sebelumnya, penyebab ketunarrunguan seseorang juga disebabkan oleh banyak faktor baik karena sejak lahir atau karena faktor lain. Dan tak bisa dipungkiri, anak yang menyandang tuna runu seringkali mengalami masalah- masalah pskis diantaranya sebagai berikut :

• Masalah Kognitif Anak Tunarungu

Perlu kita ketahui, pada dasarnya intelegensi anak tunarungu sama dengan anak normal. Hanya saja dalam proses perkembangan Intelektual anak tunarunu terhambat karena dipengaruhi oleh kemampuan berbahasa, informasi yang terbatas dan daya abstraksi yang dapat menghambat proses pengambilan pengetahuan yang lebih luas. Aspek intelegensi anak tuna rungu yang mengalami hambatan adalah tentang hal-halyang sifatnya sifatya verbal, seperti merumuskan pengertian, menghubungkan, menarik kesimpulan dan lainya. Anak tunarungu tersebut akan sangat kesulitan dalammenerima pelajaran yang menggunakan media lisan maupun tulisan. Bahkan penelitian membuktikan bahwa membaca adalah salah satu bidang akademik yang paling rendah akibat dari dampak ketunarunguan anak.

• Masalah Emosi Anak Tunarungu

Anak tunarungu seperti yang telah kita ketahui, mereka memiliki kemampuanrenadah dalam memahami pelajaran lisan maupun tulisan. Rendahnya pemahaman seorang anak tunarungu terhadap bahsa lisan dan tulisan membuat anak akan mudah menafsirkan sesuatu dengan anggapan negatif sehingga berdampak pada tekanan emosi anak. Kemudian, adanya tekanan emosi ini dapat menghambat perkembangan pribadinya sendiri sehingga anak tunarungu akan cenderung menutup diri, agresif atau selalu bimbang dan ragu-ragu hingga gangguan kepribadian menghindar, ciri-ciri depresi ringan atau seperti gangguan disosiatif.Ketidakseimbangan emosi anak tunarungu diakibatkan dari rendahnya pemahaman bahasa lisan dan tulisan serta pada pengaruh lingkungan yang diterimanya.

• Masalah Bahasa dan Bicara Anak Tunarungu

Seperti kita ketahui bahwa bahasa memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah Wahana mengadakan hubungan, Mengungkapkan perasaan, kebutuhan dan keinginan, Mengatur dan menguasai perilaku orang lain, Memberi informasi dan lainya. Nah, anak tunarungu memiliki keterbatasan kemampuan pendengaran terjadi proses peniruan suara, kemudian beralih ke peniruan visual, lalau berlanjut pada perkembangan bicara dan bahasa sehingga anak tunarungu membutuhkan pembinaan khusus sesuai dengan taraf ketunarunguannya. Anak tunarungu totoal tentunya tidak bisa menguasai bahasa melalui pendengarannya, melainkan ia harus menggunakan segala aspek pada dirinya.
• Masalah Perilaku Anak Tunarungu

Seperti yang telah kita ketahui , perkembagan kepribadian seseorang tergantung dari hubungan anak dan orang tua terutama seorang ibu terlebih pada awal masa perkembangannya. Nah, orang tua anak penyandang tunarungu harus bisa mendukung dan memperhatikan cara memelihara kesehatan mental anak yang baik dan benar. Karena perlu kita ketahui, Faktor-faktor yang menyebabkan masalah perilaku pada anak tunarungu adalah ketidakmampuan untuk menerima rangsang pendengaran, miskin bahasa, emosi yang tidak tetap, intelegensi yang terbatas dan sikap lingkungan terhadapnya. Jadi peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam mendukung perilaku positif anak penyandang tunarungu tersebut.

• Masalah Sosial Anak Tunarungu

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa kehilangan pendengaran akan mengurangi kemamapuan pemahaman bahasa dan komunikasi saat bermain judi bola di agen bola. Hal tersebut menyebabkan anak tunarungu memiliki kemampuan terbatas dalam berinteraksi sosial dengan orang lain di lingkungan sekitarnya. Masalah sosial yang dialami anak tunarungu dapat diakibatkan dari rendahnya keppercayaan diri, Merasa curiga dan cemburu berlebihanMerasa tidak diperlakukan dengan adil, Sering diasingkan, Memiliki perasaan depresif dan hal- hallain yang sifatnya membuat anak tunarungu tertekan sehingga orang disekitarnya lebih memahaminya.

Orang Tunarungu Juga Bisa Mengalami Halusinasi Suara Lho! Kok Bisa?
Uncategorized

Orang Tunarungu Juga Bisa Mengalami Halusinasi Suara Lho! Kok Bisa?

Berdasarkan beberapa penjelasan yang telah kita ketahui, tunarungu bisa dikatakan sebagai kehilanganya kemampuan seseorang dalam mendengar. Hal tersebut terjadi baik sebagian atau seluruh pendengaran karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran. Gangguan kemampuan mendengartersebut akan menimbulkan menimbulkan terhambatnya proses komunikasi anak. Namun ternyata orang yang mengidap tunarungu bisa mengalami halusinasilhi, bagaimana caranya ya!

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ternyata ada penelitian yang berkaitan dengan halusinasi suara yang pernah di lakukan oleh UCL yang pernah dipublikasikan beberapa waktu lalu. Halusinasi pada orang tunarungu tersebut juga pernah diteliti oleh seorang spesialis tunarungu, kohnisi danbahasa yaitu Dr. Joanna Atkinson dengn mengumpulkan data dari 27 partisipan tunarungu yang sempat mengalami halusinasi suara. Bagaimana dan seperti apa mereka mengalaminya?

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dirangkum oleh bandar bola terpercaya tersebut, Orang penyandang tunarungu mengalami halusinasi suara tergantung dari kasus kehilangan pendengaran tiap individunya. Penelitian pendahulu sudah menemukan bahwa orang tunarungu dari lahir bisa mengalami halusinasi suara. Namun penginterpretasian dari halusiasi yang dialami orang tunarungu tersebut tetap harus menggunakan bahasa isyarat dan penerjemah. Orang penyandang tunarungu yang benar- benar mengalami halusinasi dapat terjadi jika dia pernah mendengar suara.

Misalnya saja contoh halusinasi yang dialami orng tunarugu adalah mereka bisa saj menganggap suatu suara berteriak ataupun berbicara bukan sutu yang mereka dengar namun mereka lihat. Bagi orang tunarungu, tidak tidak memahami secar speifik tentang pendengaran tetapi mereka bisa menyadari secara visual atau melalui penglihatan. Orang tunarungu tersebut mengaku tidak mendengar apa-apa saat mereka berhalusinasi atau mimpi. Namun mereka mendapatkan “suara” itu dalam bentuk bahasa isyarat ataupun gerakan bibir, seperti yang mereka alami di keseharian.

Halusinasi orang tunarungu tersebut juga Sama halnya dengan mereka yang mengalami tuli sebagian yaitu mereka bisa mendengar suara dalam halusinasi mereka. Namun tingkat kelancaran terdengarnya suara tersebut tergantung keparahan masalah pendengarannya atau latar belakang kehilangan pendengarannya. Hanya ada dua tipe orang yang bisa mendapatkan pengalaman halusinasi suara yang sempurna, untuk ukuran orang tunarungu, yaitu mereka yang tuli sebagian atau mereka yang tuli total tapi bisa berbicara dengan lancar. Jadi halusinasi suara seseorang tergantung persepsi karakteristik suara yang diterima orang tunarungu tersebut dalam kesehariannya.

Kalau kita berbicara tentang halusinasi torang tunarungu tersebut, menurut keterangan dari Dr. Atkinson, yang merupakan dokter yang juga tunarungu beliau menyatakan bahwa pengalaman tiap orang tentang bahasa dan suara yang akan menggambarkan halusinasi mereka. Sehingga dapat disimpulkan dari penelitian orang tunarungu dapat mendengarkan suara dalam berhalusinasi namun dalam konteks yang bervariasi. Dari hal tersebut mungkin kita menganggap ssulit bagi orng tnaungu yang tak bisa begini dan begitu namun sutu hal yang sudah pada tahap kebiasaan maka akan dirasa normal dan baik- baik saja. Jadi berdasarkan pengalaman dari orang tunarungu tersebut kita bisa belajar dan mensyukuri apa yang masih kita miliki serta membiasakan diri dengan apa yang ada pada diri kita dan menikmatinya semaksimal mungkin.

 

Memampukan Pendidikan Untuk Anak Tunarungu
Uncategorized

Memampukan Pendidikan Untuk Anak Tunarungu

Tak bisa dipungkiri, Pendidikan merupakan adalah suatu proses untuk yang penting untuk mendapatkan pengetahuan dan suatu hal baru. Pendidikan juga berhak di dapatkan oleh siapapun tanpa terkecuali. Apakah Pendidikan pantas didapatkan oleh orang normal saja? tidak. Orang yang memiliki keterbatasan fisik misalnya anak tuna rungu pun sangatlah penting mengizinkan anak tunarungu untuk mengembangkan kecakapan komunikasi dengan anak lain yang dengan dan tanpa tunarungu.

Dalam proses perkembanganya, Anak mulai belajar di dalam dan dari keluarga dan masyarakat mereka. Anak akan belajar bagaimana dapat berhubungan baik dengan teman lainnya dengan mengamati bagaimana anak dan orang lain berbicara, bermain dan bekerja sama. Ketika anak berpartisipasi di dalam keluarga dan masyarakat, mereka juga belajar tentang emosi dan membangun kecakapan sosial. Namun bagi anak tunarungu mereka akan labat merespon hal terseut sehingga perlu di berikan perhatian dan pendidikan yang lebih intensif.

Nah, Kemungkinan tanda- tanda anak Tunarungu ada beberapa hal yang perlu diketahui dan agar Orang Tua lebih peka diantaranya adalah Perkembangan bicara yang kurang, Kesulitan mengikuti instruksi, Menanggapi lebih baik pada pekerjaan tugas ketika guru tersebut cukup dekat dengan si anak atau lebih baik pada tugas menulis daripada tugas lain yang memerlukan respons secara lisan, Anak mengamati apa yang sedang dilakukan teman lainnya sebelum mulai pekerjaannya sendiri atau lebih tepatnya mencari petunjuk, Meminta teman dan guru untuk berbicara lebih keras, Sering mengeluh sakit telinga, pilek, radang tenggorokan. Memang untuk membembing anak Tunarungu sama sekali tidak mudah dan harus memerlukan perhatian khusus dan kesabaran.

Memampukan Pendidikan Untuk Anak Tuna Rungu dan memasukkan anak tunarungu di sekolah akan meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, khususnya dengan belajar membaca dan menulis, dan dengan belajar tersebut dapat menjadi cara mereka berkomunikasi dengan orang lain seperti pemain poker online yang tidak mengerti bahasa Isyarat ataupun agar mengerti apa yang mereka ungkapkan . Nah, dengan menulis , anak tunarungu akan terbantu untuk berkomunkasi serta berbagi pikiran dan emosi mereka. Namun perlu anda ketahui, Pendidikan untuk anak tunarungu bukan hanya penting diberikan pada laki- laki saja tetapi anak perempuan perlu mendapatkanya. Namun seperti yang terjadi di banyak kasus, sering kali anak perempuan tunarungu ditahan di rumah untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun perlu anda ingat, anak perempuan – juga yang tunarungu – perlu belajar ketrampilan supaya mereka aman dan dapat mengambil bagian di masyarakat.Anak perempuan tunarungu juga mempunyai hak untuk mengetahui hak mereka, di dalam dan melalui pendidikan mereka dapat bekerja dan hidup berguna dan mandiri sebagai seorang dewasa.

Dalam memampukan Pendidikan Untuk Anak Tuna Rungu tersebut Sangatlah penting mempertimbangkan individu anak dan kebutuhan mereka serta apa yang diperlukan dalam konteks di masyarakat atau sekolah. Dalam pemberian pendidikan anak Tunarungu tersebut selama ini tidak ada kesepakatan umum mengenai apa yang terbaik untuk anak tunarungu dapatkan. Tidak ada kesepatan dimana mereka harus belajar di sekolah umum, belajar di sekolah luar biasa, belajar di sekolah asrama atau bahkan kesepakatan apakah mereka harus belajar berbicara atau melalui bahasa isyarat, atau berbicara dan menggunakan ejaan huruf tangan. Nah, dalam memberikan pendidikan untuk anak tunarungu tersebut penting mempersiapkan hal – hal yang diperlukan anak tuna rungu di Sekolah misalnya seperti para guru dan murid lainnya untuk lebih memahami tentang tunarungu dan juga pemahman bagaimana cara anak tunarungu tersebut bisa belajar dengan baik.

Penyandang Tunarungu Tersukses Di Dunia
Uncategorized

Penyandang Tunarungu Tersukses Di Dunia

Terkadang, kesempatan untuk menjadi seseorang yang sukses bukan dliihat dari siapa orang itu dan bagaimana keadaan fisiknya. Bahkan, beberapa orang sukses mengejutkan dunia dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya. Tentu saja kesuksesan tersebut didapat dengan tekad yang mereka punya untuk mengatasi keterbatasan fisik. Bahkan mereka bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Mereka tidak pantang menyerah, walaupun indera yang dimilikinya tidak semua bekerja dengan baik, seperti tunarungu, di mana mereka tidak mampu mendengar dengan baik. Tapi orang-orang ini mampu menunjukkan kepada dunia dengan karya-karyanya.Nah, menurut pemaparan yng dikutip dari Boldsky ada beberapa orang-orang tunarungu yang sukses dengan karyanya diantaranya adalah berikut ini.

• Ludwig van Beethoven

Seperti yang telah kita ketahui, Beethhoven merupakan seorang komponis dan pianis asal Jerman yang karyanya begitu banyak dikagumi. Malangnya pada saat Ia menginjak usia ke 26, Beethoven mulai kehilangan pendengarannya. Namun perlu anda ketahui ternyata karya-karya yang terkenal yang pernah Ia buat dimulainya ketika dia kehilangan pendengarannya.

• Louis Frisino

Penyandang tunarungu berikutny yang sukses dengan karyanya adalah Frisino. Bagi seniman lukis, pasti mengenal karya-karya Frisino. Ia mempunyai gaya lukis realistis, dan lebih banyak melukis binatang seperti anjing, ikan dan bebek. Namun karyanya sangat terkenal.

• Helen Keller

Tahukah kamu siapa Keller? Ia merupakan penulis yang sangat peduli terhadap kemanusiaan, ia juga merupakan aktivis sosial. Dia tulis sejak dini, yaitu di usia sekitar 19 bulan. Namun ia sukses menjadi inspirasi orang-orang tuli lainnya.

• Thomas Alva Edison

Siapa yang tidak kenal penemu bola lampu ? Ya, nama Alva Edison pasIi sudah tak asing bahkan menjadi pahlawan dalam hal penerangan karena penemuanya tersebut ya. Edison diketahui tuli sejak demam berdarah menyerangnya pada saat anak-anak. Namun ia sukses menjadi penemu berbagai peralatan yang menjadi penerang bagi dunia.

• Linda Bove

Selanjutnya orang tunarungu sukses berikutnya yaitu Bove, Ia adalah seorang aktris di Amerika. Ia sukses memainkan perannya sebagai pustakawan di serial anak-anak Sesame Street. Bove juga mendorong anak-anak untkuk mempelajari bahasa isyarat.

• Johnnie Ray

John Alvin Ray adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan pianis. Ia juga mengembangkan ritme tunggal dan pendekatan pop klasik yang lebih konvensional.

• Harold MacGrath

Memiliki keterbatasan memang bukanlah penghalang untuk menjadi sukses. Hal tersebut dilakukan oleh MacGrath. MacGrath merupakan novelis yang sangat terkenal di Amerika. Dan ia bisa bepergian keseluruh dunia lewat karya-karyanya.

Tuli, Bahasa Isyarat, dan Identitas Sosial
Uncategorized

Tuli, Bahasa Isyarat, dan Identitas Sosial

Kebanyakan orang memang memahami tunarungu adalah sebutan bagi penyandang disabilitas yang tidak dapat atau sulit dalam mendengar, baik secara ringan maupun total. Kebanyakan menganggap tunarungu adalah sebutan yang lebih halus dibanding dengan tuli. Ya, anggapan seperti itu tidak sepenuhnya salah, namun dapat dikatakan salah jika mengatakan bahwa tunarungu sama dengan tuli. Bagaimana asl katatunarugu sendiri ? perlu anda ketahui, Kata tunarungu berasal dari dua kata berbeda, yakni tuna dan rungu. Tunarungu sendiri berdasarkan ungkapan yang tertulis pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)yaitu memiliki arti rusak atau luka, sedangkan rungu, berarti pendengaran maka dari penjelasan tersebut secara bahasa kata tunarungu dapat diartikan kerusakan pada indera pendengaran. tunarungu tersebut dalam perspektif medis merupakan sebuah kelainan atau kerusakan pada indera pendengaran. Kerusakan maupun ketidakmampuan mendengar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor fisikal, seperti sakit, kecelakaan, bertambahnya umur, kelainan syaraf, dan hal-hal yang erat kaitannya dengan masalah fisik pada indera pendengar. Jadi, dapat dikatakan bahwa kata “tunarungu” merupakan sebuah diagnosa medikal yang mendiagnosis kerusakan pada indera pendengaran.

Lain dengan tunarungu, yang bermaksud kerusakan, lain pula dengan tuli yang lebih dalam lagi maknanya. Tuli merupakan sebuah identitas sosial tersendiri bagi mereka yang menggunakan bahasa isyarat sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Penggunaan kata tuli tersebut bahkan tidak sekedar digelarkan pada penyandang disabilitas indera pendengaran saja, melainkan bagi siapapun yang memahami dan mengerti penggunaan bahasa isyarat.

Bahasa isyarat yang dipakai di komunitas tuli ada dua jenis, yaitu yang pertama adalah SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan yang kedua adalah BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia). Dalam sejarahnya, SIBI dibuat oleh pemerintah untuk memperlancar komunikasi sesama tuli tanpa melibatkan tuli dalam pembuatan sistem bahasanya. SIBI dibuat pada tahun 1990 kemudian baru disebar luaskan tahun 2001. Sedangkan BISINDO merupakan bahasa isyarat yang secara alami tumbuh berkembang di komunitas tuli, untuk mereka mempermudah dalam komunikasi keseharian. Sudah ada sejak 1960, namun kata BISINDO baru muncul pada tahun 2012. Menurut penuturan sorang ahli Arief Wicaksono ia mengatakan bahwa dengan menyebut mereka tuli berarti menganggap mereka adalah bagian dari orang-orang normal yang berkemampuan berbeda, komunikasi yang tuli lakukan adalah dengan menggunakan bahasa isyarat. Lain halnya dengan menyebut penyandang tuli sebagai tunarungu, hal tersebut malah membuat para tuli merasa didiskriminasi, karena merujuk kepada sebuah kerusakan. Menariknya, para tuli juga menganggap tidak normal ketika orang yang bisa mendengar tidak memahami bahasa isyarat.