Apr
04
Masalah Psikologis pada Anak Tunarungu

Anak tunarungu adalah anak yang tidak dapat mendengar. Tidak dapat mendengar ini bisa dimungkinkan karena kurang dengar atau tidak dapat mendengar sama sekali. Gangguan kemampuan mendengar ini menimbulkan terhambatnya proses komunikasi anak. Sebab saat berkomunikasi akan sangat membutuhkan kejelasan bahasa dengan artikulasi dan ucapan yang jelas sehingga pesan yang diberkan dapat tersampaika dnegan baik dan menghindari salah tafsir makna. Ciri ciri tuna rungu sendiri ada yang bersifat ringan misalnya seseorang yang masih dapat mengerti percakapan biasa dengan jarak dekat, berciri Sedang hinga berat yang mana seseorang tidak menyadari bunyi keras sama sekali Meskipun menggunakan pengeras suara tetap tidak bisa menangkap suara. Seperti yang telah diketahui oleh anggota judi online sebelumnya, penyebab ketunarrunguan seseorang juga disebabkan oleh banyak faktor baik karena sejak lahir atau karena faktor lain. Dan tak bisa dipungkiri, anak yang menyandang tuna runu seringkali mengalami masalah- masalah pskis diantaranya sebagai berikut :

• Masalah Kognitif Anak Tunarungu

Perlu kita ketahui, pada dasarnya intelegensi anak tunarungu sama dengan anak normal. Hanya saja dalam proses perkembangan Intelektual anak tunarunu terhambat karena dipengaruhi oleh kemampuan berbahasa, informasi yang terbatas dan daya abstraksi yang dapat menghambat proses pengambilan pengetahuan yang lebih luas. Aspek intelegensi anak tuna rungu yang mengalami hambatan adalah tentang hal-halyang sifatnya sifatya verbal, seperti merumuskan pengertian, menghubungkan, menarik kesimpulan dan lainya. Anak tunarungu tersebut akan sangat kesulitan dalammenerima pelajaran yang menggunakan media lisan maupun tulisan. Bahkan penelitian membuktikan bahwa membaca adalah salah satu bidang akademik yang paling rendah akibat dari dampak ketunarunguan anak.

• Masalah Emosi Anak Tunarungu

Anak tunarungu seperti yang telah kita ketahui, mereka memiliki kemampuanrenadah dalam memahami pelajaran lisan maupun tulisan. Rendahnya pemahaman seorang anak tunarungu terhadap bahsa lisan dan tulisan membuat anak akan mudah menafsirkan sesuatu dengan anggapan negatif sehingga berdampak pada tekanan emosi anak. Kemudian, adanya tekanan emosi ini dapat menghambat perkembangan pribadinya sendiri sehingga anak tunarungu akan cenderung menutup diri, agresif atau selalu bimbang dan ragu-ragu hingga gangguan kepribadian menghindar, ciri-ciri depresi ringan atau seperti gangguan disosiatif.Ketidakseimbangan emosi anak tunarungu diakibatkan dari rendahnya pemahaman bahasa lisan dan tulisan serta pada pengaruh lingkungan yang diterimanya.

• Masalah Bahasa dan Bicara Anak Tunarungu

Seperti kita ketahui bahwa bahasa memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah Wahana mengadakan hubungan, Mengungkapkan perasaan, kebutuhan dan keinginan, Mengatur dan menguasai perilaku orang lain, Memberi informasi dan lainya. Nah, anak tunarungu memiliki keterbatasan kemampuan pendengaran terjadi proses peniruan suara, kemudian beralih ke peniruan visual, lalau berlanjut pada perkembangan bicara dan bahasa sehingga anak tunarungu membutuhkan pembinaan khusus sesuai dengan taraf ketunarunguannya. Anak tunarungu totoal tentunya tidak bisa menguasai bahasa melalui pendengarannya, melainkan ia harus menggunakan segala aspek pada dirinya.
• Masalah Perilaku Anak Tunarungu

Seperti yang telah kita ketahui , perkembagan kepribadian seseorang tergantung dari hubungan anak dan orang tua terutama seorang ibu terlebih pada awal masa perkembangannya. Nah, orang tua anak penyandang tunarungu harus bisa mendukung dan memperhatikan cara memelihara kesehatan mental anak yang baik dan benar. Karena perlu kita ketahui, Faktor-faktor yang menyebabkan masalah perilaku pada anak tunarungu adalah ketidakmampuan untuk menerima rangsang pendengaran, miskin bahasa, emosi yang tidak tetap, intelegensi yang terbatas dan sikap lingkungan terhadapnya. Jadi peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam mendukung perilaku positif anak penyandang tunarungu tersebut.

• Masalah Sosial Anak Tunarungu

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa kehilangan pendengaran akan mengurangi kemamapuan pemahaman bahasa dan komunikasi saat bermain judi bola di agen bola. Hal tersebut menyebabkan anak tunarungu memiliki kemampuan terbatas dalam berinteraksi sosial dengan orang lain di lingkungan sekitarnya. Masalah sosial yang dialami anak tunarungu dapat diakibatkan dari rendahnya keppercayaan diri, Merasa curiga dan cemburu berlebihanMerasa tidak diperlakukan dengan adil, Sering diasingkan, Memiliki perasaan depresif dan hal- hallain yang sifatnya membuat anak tunarungu tertekan sehingga orang disekitarnya lebih memahaminya.