Mar
31
Orang Tunarungu Juga Bisa Mengalami Halusinasi Suara Lho! Kok Bisa?

Berdasarkan beberapa penjelasan yang telah kita ketahui, tunarungu bisa dikatakan sebagai kehilanganya kemampuan seseorang dalam mendengar. Hal tersebut terjadi baik sebagian atau seluruh pendengaran karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran. Gangguan kemampuan mendengartersebut akan menimbulkan menimbulkan terhambatnya proses komunikasi anak. Namun ternyata orang yang mengidap tunarungu bisa mengalami halusinasilhi, bagaimana caranya ya!

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ternyata ada penelitian yang berkaitan dengan halusinasi suara yang pernah di lakukan oleh UCL yang pernah dipublikasikan beberapa waktu lalu. Halusinasi pada orang tunarungu tersebut juga pernah diteliti oleh seorang spesialis tunarungu, kohnisi danbahasa yaitu Dr. Joanna Atkinson dengn mengumpulkan data dari 27 partisipan tunarungu yang sempat mengalami halusinasi suara. Bagaimana dan seperti apa mereka mengalaminya?

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dirangkum oleh bandar bola terpercaya tersebut, Orang penyandang tunarungu mengalami halusinasi suara tergantung dari kasus kehilangan pendengaran tiap individunya. Penelitian pendahulu sudah menemukan bahwa orang tunarungu dari lahir bisa mengalami halusinasi suara. Namun penginterpretasian dari halusiasi yang dialami orang tunarungu tersebut tetap harus menggunakan bahasa isyarat dan penerjemah. Orang penyandang tunarungu yang benar- benar mengalami halusinasi dapat terjadi jika dia pernah mendengar suara.

Misalnya saja contoh halusinasi yang dialami orng tunarugu adalah mereka bisa saj menganggap suatu suara berteriak ataupun berbicara bukan sutu yang mereka dengar namun mereka lihat. Bagi orang tunarungu, tidak tidak memahami secar speifik tentang pendengaran tetapi mereka bisa menyadari secara visual atau melalui penglihatan. Orang tunarungu tersebut mengaku tidak mendengar apa-apa saat mereka berhalusinasi atau mimpi. Namun mereka mendapatkan “suara” itu dalam bentuk bahasa isyarat ataupun gerakan bibir, seperti yang mereka alami di keseharian.

Halusinasi orang tunarungu tersebut juga Sama halnya dengan mereka yang mengalami tuli sebagian yaitu mereka bisa mendengar suara dalam halusinasi mereka. Namun tingkat kelancaran terdengarnya suara tersebut tergantung keparahan masalah pendengarannya atau latar belakang kehilangan pendengarannya. Hanya ada dua tipe orang yang bisa mendapatkan pengalaman halusinasi suara yang sempurna, untuk ukuran orang tunarungu, yaitu mereka yang tuli sebagian atau mereka yang tuli total tapi bisa berbicara dengan lancar. Jadi halusinasi suara seseorang tergantung persepsi karakteristik suara yang diterima orang tunarungu tersebut dalam kesehariannya.

Kalau kita berbicara tentang halusinasi torang tunarungu tersebut, menurut keterangan dari Dr. Atkinson, yang merupakan dokter yang juga tunarungu beliau menyatakan bahwa pengalaman tiap orang tentang bahasa dan suara yang akan menggambarkan halusinasi mereka. Sehingga dapat disimpulkan dari penelitian orang tunarungu dapat mendengarkan suara dalam berhalusinasi namun dalam konteks yang bervariasi. Dari hal tersebut mungkin kita menganggap ssulit bagi orng tnaungu yang tak bisa begini dan begitu namun sutu hal yang sudah pada tahap kebiasaan maka akan dirasa normal dan baik- baik saja. Jadi berdasarkan pengalaman dari orang tunarungu tersebut kita bisa belajar dan mensyukuri apa yang masih kita miliki serta membiasakan diri dengan apa yang ada pada diri kita dan menikmatinya semaksimal mungkin.